Featured, On Site

Gajah Sumatera, Nasibmu Kini

Keinginan saya untuk kembali lagi ke lokasi penelitianku untuk tugas akhir saat itu akhirnya bisa terwujudkan. Pusat Konservasi Gajah Seblat, yang terletak di sebelah Utara Provinsi Bengkulu ini saya kunjungi pertama kali pada tahun 2004. Gilakan? setelah dua puluh tahun lebih saya lahir di Bengkulu, baru tahun 2004 saya datang kesana. [Selengkapnya]

On Site

Pusat Konservasi Gajah Seblat

Pada tahun 1995 melalui SK Menhut No. 658/Kpts-II/1995 kawasan yang luasnya hanya 6.865 ha ini ditetapkan sebagai Hutan Poduksi dengan fungsi khusus. Khusus karena didalamnya ada habitat gajah dan kawasan ini ingin dijadikan tempat pelatihan gajah. Keputusan ini dikeluarkan karena pada tahun 1988 konflik antara manusia dan dan gajah mulai terjadi di Provinsi Bengkulu. [Selengkapnya]

Featured, On Site

Seandainya tidak ada gajah di dunia ini knapa?

Pertanyaan tersebut keluar disaat kita berdiskusi panjang dan berdebat bagaimana caranya menyelamatkan habitat gajah di Bengkulu. Karena sudah mentok dan kompleks permasalahan yang ada di PKG Seblat, dengan putus asa karena tidak menemukan jalan keluarnya seorang teman mengeluarkan pertanyaan itu. "Apa yang terjadi jika tidak ada gajah di dunia? tidak ada ada bencana bukan?". Semua orang langsung diam dan tidak bisa menemukan jawabannya. Karena semua bingung, akhir aku menyeletuk "ya.. setiap yang namanya makhluk Tuhan itu punya hak untuk hidup dan punya tempat tinggal". Apakah ada jawaban lain selain jawabanku?? [Selengkapnya]

Featured, On Site

Siapa yang Salah??

Cerita berikut ini adalah sebuah cerita seorang petani sawit yang saya temui beberapa bulan yang lalu (Desember 2008) yang tinggal di perbatasan Pusat Latihan Gajah (PLG), Seblat, Bengkulu Utara. Saya menginap di pondok beliau selama lima hari. Disebuah podok yang sangat sederhana yang terbuat dari papan-papan bekas dan bambu. Berdirinya pondok inipun sudah tidak lurus lagi alias hampir roboh karena dimakan usia. [Selengkapnya]

Tampilkan postingan dengan label Kepala BKSDA Bengkulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepala BKSDA Bengkulu. Tampilkan semua postingan

Gajah di PLG Bengkulu Terancam Kelaparan

Bengkulu (ANTARA News) - Sekira 18 gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, terancam kelaparan dan sakit lantaran bantuan makanan dan obat dari luar negeri belum tiba.

Sudah tiga bulan bantuan dari yayasan gajah internasional (International Elephant Foundation - IEF) untuk pangan dan obat gajah latih di Bengkulu belum tiba, sehingga mengancam kesehatan gajah tersebut, kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, Anom Zamora, Kamis.Sementara itu, ia mengemukakan, penanggulangan pangan dan kesehatan gajah tersebut ditanggulangi dengan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang jumlahnya minim, sedangkan 18 gajah itu membutuhkan dana pangan dan kesehatan setidak-tidaknya Rp20 juta per bulan.

"Saya tengah berupaya mencarikan dana pada pihak ke tiga atau swasta yang ingin berpatisipasi akan nasib gajah latih tersebut," ujarnya.

Pada saat musim penghujan sekarang ini, ia mengemukakan, gajah-gajah itu rentan sekali dengan ancaman berbagai penyakit, sedangkan pangan yang diberikan anya hseadanya.

"Kami mohon kepada donatur internasional, agar secepatnya mencairkan dana bantuan pangan dan kesehatan 18 ekor gajah latih di Provinsi Bengkulu," ujarnya.

Kepala Bagian Tata Usaha BKSDA Bengkulu, Supartono, mengatakan bahwa di PLG Seblat Bengkulu itu awalnya ada 23 gajah latih, namun ada yang mati lantaran sakit. Beberapa waktu lalu, ia menyatakan, ada tiga gajah yang mati.

Ia mengemukakan, gajah latih yang ada sekarang belum ada yang dimanfaatkan pihak swasta untuk menggunakan tenaga dan keterampilannya, antara lain sebagai pengangkut kelapa sawit dan atraksi hiburan bagi warga.

Gajah latih Bengkulu saat ini memiliki berbagai keterampilan, seperti bermain sepak bola, mengusir gajah liar dan mengusir perambah melakukan kegiatan dalam kawasan hutan lindung.

Beberapa perusahaan perkebunan besar, menurut dia, sempat ikut berpartisipasi memanfaatkan kemampuan gajah tersebut sekaligus memberikan bantuan sosial, namun belakangan ini terhenti.

Dengan demikian, BKSDA Bengkulu berupaya agar bantuan luar negeri akan pangan dan kesehatan gajah tersebut sangat diharapkan termasuk donatur pihak swasta lainnya, ujarnya menambahkan.
(T.Z005/P003)


Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Kepala BKSDA Bengkulu: Silahkan Tutup Jalan Poros di PKG Seblat

Dear all,

Hari ini tanggal 5 Oktober 2009 pukul 13.31 WIB saya ditelpon oleh Kepala BKSDA Bengkulu Bapak Drs. Andi Basrul. Lama percakapan dan diskusi kami ditelpon kurang lebih 53 menit (tercatat di handphone saya 00:53:17). Banyak hal yang kami bicarakan dan kami diskusikan mengenai kawasan PKG Seblat, kinerja BKSDA dan juga kinerja teman-teman NGO yang bekerja di Bengkulu serta di daerah lainnya di Indonesia.

Diskusi dan percakapan tentang status jalan poros tentu saja menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Seperti yang teman-teman ketahui, saya secara pribadi tetap menolak keberadaan jalan poros didalam kawasan Pusat Konservasi Gajah Seblat. Hal ini juga saya sampaikan langsung kepada beliau melalui percakapan tersebut.

Awalnya beliau (Pak Andi), memberikan pernyataan tidak akan menutup jalan poros tersebut dan MoU antara BKSDA/Dephut dengan PT. Alno Agro Utama akan diperpanjang. Pertimbangan Pak Andi saat itu adalah keberadaan jalan poros tersebut akan digunakan untuk Patroli kawasan yang dilakukan oleh petugas BKSDA Bengkulu. Beliau juga menyatakan akan membuat pos pengamanan di jalan poros yang dijaga selama 24 jam untuk menjaga kawasan tersebut agar tidak disalahgunakan dan tidak dilalui oleh orang-orang yang tidak berkepentingan (termasuk orang-orang LSM).

Banyak pengalaman-pengalaman beliau yang disampaikan kepada saya, begitu juga dengan keluhan beliau mengenai kinerja LSM yang cenderung selalu memberi kritikan dan tidak memberikan solusi yang jelas. LSM cenderung melakukan sesuatu yang hanya ada anggarannya saja (by project), sehingga terkesan hanya mencari uang dalam melakukan sesuatu pekerjaan.

Saya yang mendengar pernyataan beliau juga memberikan sanggahan, bahwa tidak semua LSM ataupun individu-individu yang bekerja dibidang peduli lingkungan atau satwa hanya by project. Saya masih yakin masih ada yang bekerja berdasarkan kepedulian mereka dan masih ada idealiasme dihati mereka. Saya sendiri yang peduli dengan keberadaan gajah di Bengkulu, murni dari hati saya sendiri. Saya sekarang tidak bekerja di NGO manapun dan dilembaga manapun. Saya hanya seorang pembuat film documenter, dan Bengkulu adalah tanah kelahiran saya. Saya ingin keberadaan gajah dan habitatnya di Bengkulu tetap ada dan terjaga dengan baik.

Disela-sela percakapan saya memang tetap menyinggung agar bisa dikeluarkan solusi lainnya selain memperpanjang kontrak keberadaan jalan poros yang ada di PKG Seblat. Karena saya yakin PT Alno masih sanggup dan mampu untuk membuat jalan alternative. Selain PT Alno tidak ada yang diuntungkan dengan keberadaan jalan tersebut. BKSDA Bengkulu sendiri hanya memanfaatkan jalan tersebut untuk kebutuhan patroli, sementara patroli selama ini dilakukan dengan menggunakan gajah tidak melewati jalan poros. Selain itu juga keberadaan jalan poros membuat kecemburuan sosial antara PT Alno (yang bisa mengakses kawasan PKG Seblat) dengan masyarakat lokal (yang diusir karena mengakses kawasan disekitar jalan poros). Selain itu juga masih banyak ancaman-ancaman yang terjadi dengan keberadaan jalan poros diantaranya arus lalu lintas kendaraan yang ramai, perburuan liar, illegal loging, perambahan dan memudahkan akses para pemasang jerat satwa liar.

Pak Andi sempat menanyakan “apakah yakin setelah jalan poros ditutup dan dibongkar ancaman-ancaman tersebut akan hilang?”. Saya hanya menjawab, memang tidak bisa menjamin akan hal itu, tapi minimal bisa mengurangi resiko-resiko ataupun ancaman-ancaman yang terjadi selama ini. Saya pikir tinggkat ancamannya lebih tinggi dengan adanya jalan poros tersebut dibandingkan dengan ditutupnya jalan poros.

Setelah menit ke-50 an dari percakapan, akhirnya Pak Andi mengeluarkan statement “Jika kamu mampu menutup jalan itu silahkan tutup. Silahkan bicara dengan teman-teman kamu dan ajak teman-teman kamu yang selama ini protes akan keberadaan jalan poros di PKG Seblat untuk menutup dan membongkar jalan itu. Saya beri kamu waktu 1 minggu untuk memberi kepastian apakah mampu untuk membongkar jalan tersebut. Saya akan menghadapi PT Alno Agro Utama jika PT Alno keberatan karena MoU masih berlaku”.

Saya sempat menanyakan beberapa kali apakah benar pernyataan beliau. Apakah beliau serius mengeluarkan statement ini. Dan saya bilang “Pak Andi, apakah benar ini pernyataan bapak? Karena saya tidak merekam pernyataan bapak, tidak ada orang lain sebagai saksi dari pernyataan bapak?”. Beliau menjawab “Saya tidak main-main, ini saya sampaikan kepada kamu dan Tuhan yang mendengar pernyataan saya. Buktikan bahwa kamu dan teman-teman kamu mampu membongkar jalan ini dan serius ingin jalan poros ini ditutup. Kami BKSDA Bengkulu tidak mampu membongkar jalan tersebut. Jangan hanya ngomong dan menuntut saja. Jika dalam seminggu kamu tidak sanggup, tidak usah lagi bicara tentang jalan poros didepan saya”.

Nah, kurang lebih seperti point dari diskusi dan percakapan saya dengan Kepala BKSDA Bengkulu Bapak Drs. Andi Basrul. Saya kembali serahkan kepada teman-teman semua yang selama ini peduli akan keselamatan habitat gajah di Sumatera khususnya di Provinsi Bengkulu. Terus terang klo saya sendiri yang melakukan untuk membongkar jalan tersebut saya tidak mempunyai kemampuan untuk itu. Dan apakah pernyataan Pak Andi ini jujur atau hanya bercanda dalam mengeluarkan pernyataannya, kita buktikan dalam seminggu ini jika teman-teman ada yang menyanggupi dan serius menangani permasalahan keberadaan jalan poros di PKG Seblat.

Demikian informasi dari saya, mohon ditanggapi dari teman-teman semua dan tolon disebarkan kepada teman-teman yang lain.

Selamatkan Gajah Sumatera sekarang !!

Salam dari Kota Salatiga,
Een Irawan Putra

-

Komentar Terbaru

-

Subscribe

Film Terbaru

Post Terbaru

      Admin Control Panel

      New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Moderate Comments | Sign Out

      Tag Cloud

      Dukung